Beranda

Profile

Flight Schedule

Fast Boat

Lombok Hotel

Lombok Villa

Lombok Rent Car

Sitemap

 

Selamat datang di Biro Perjalanan Lombok Wisata Tour & Travel Agent, Kami menawarkan informasi tentang Paket perjalanan wisata dan tour ke pulau Lombok dan sekitarnya dengan pelayanan terbaik dan profesional..!!!

 

 

Follow us at :

SEJARAH PULAU LOMBOK

TUJUAN WISATA LOMBOK

Wisata Bahari

Wisata Alam

Wisata Budaya

Wisata Kerajinan

Wisata Ziarah Makam

FESTIVAL BUDAYA LOMBOK

WISATA SEHARI DI LOMBOK

PAKET WISATA DI LOMBOK

Wisata ke Lombok 5h/4m

Wisata ke Lombok 4h/3m

Wisata ke Lombok 3h/2m

Wisata ke Lombok 2h/1m

PAKET BULAN MADU LOMBOK

Bulan Madu ke Lombok 4h

Bulan Madu ke Lombok 3h

WISATA PILIHAN DI LOMBOK

Wisata Snorkeling 4h/3m

Wisata Memancing 3h/2m

Wisata Kuliner 3h/2m

Wisata Kerajinan 3h/2m

Wisata Golf 4h/3m

SEJARAH PULAU KOMODO

PAKET WISATA KE  KOMODO

Komodo Cruise 5h/4m

Komodo Cruise 3h/2m

Komodo Sailing 4h/3m

Komodo Via Darat 4h/3m

Komodo via Udara 3h/2m

Komodo Via Udara 1h

GUNUNG RINJANI 3726 M

PAKET MENDAKI RINJANI

Paket Puncak 5h/4m

Paket Danau 5h/4m

Paket Tebing 4h/3m

PAKET MEETING DI LOMBOK

PAKET OUTBOUND DI LOMBOK

OUTING/FAMILY GATHERING

PHOTO GALLERY

LINK KE KAMI

PARTNER LINK

PERATURAN KAMI

CARA PEMBAYARAN

HUBUNGI KAMI

Payment:

 

Online Support:

 

 

 

WISATA ZIARAH MAKAM MAKAM WALI DI LOMBOK

Selamat datang di LTO Tours, kami menawarkan informasi lengkap tentang wisata ziarah makam wali yang ada di pulau Lombok dan sekitarnya detail dibawah ini :

 

WISATA RELIGI MAKAM "LOANG BALOQ" DI PULAU LOMBOK
Pantai Ampenan di Pulau Lombok terlihat begitu tenang. Deburan ombak bergulung berkejaran tak jauh dari bibir pantai. Sementara pohon kelapa yang menaungi tanaman perdu disekitarnya, terlihat melambai-lambai menyambut sore tiba. Di seberang jalan, tidak jauh dari Pantai Ampenan, angin semilir terasa mendekap pohon tinggi menjulang. Di bawah pohon beringin itulah telah bersemayam jasad tokoh masyarakat yang disegani. Makam tersebut sangat dikeramatkan.

Makam Loang Baloq, begitulah masyarakat setempat menyebutnya. Loang Baloq bukanlah nama seseorang, tapi Loang Balok merupakan bahasa Sasak yang berarti pohon beringin yang berlubang. Pohon beringin itu sendiri diyakini sudah berumur ratusan tahun, terlihat akar dan batang yang sangat tua.
Makam Loang Baloq sebenarnya komplek pemakaman. Di komplek makam itu telah bersemayam puluhan jasad dan di lingkungan makam ditumbuhi sejumlah pohon kamboja layaknya pemakaman-pemakaman pada umumnya. Namun, dari makam -makam yang ada, ada tiga makam yang dikeramatkan. Makam tersebut satu diantaranya berada di dalam lubang besar yang terbentuk dari akar-akar pohon beringin, satu lainnya di lubang sisi lain, dan satu lainnya lagi disamping pohon beringin.

 


Makam yang berada di lubang persis di bagian bawah pohon beringin adalah makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak, sedangkan di lubang bagian samping makam Anak Yatim dan di bagian luar masih disamping pohon beringin terdapat makam Datuk Laut.

Makam Maulana Syech Gaus Abdurrazak sudah dikeramik putih, berbentuk empat persegi panjang dengan lubang di tengah. Di lubang tengah itulah para peziarah biasa menaburkan bunga.

Meski makam itu sudah dikelilingi batang dan akar pohon beringin, tapi untuk masuk ke makam tersebut telah dibangun pintu masuk tersendiri. Di samping pintu masuk, telah disiapkan air untuk peziarah. Disamping pintu masuk juga telah tersedia mushola. Sedangkan makam Anak Yatim berada di luar, disamping makam Maulana Syech Abdurrazak. Makam yang masih dilingkupi batang dan akar pohon beringin itu, berada dibagian luar, hanya bersekat akar dan bagian batang pohon beringing. Ukurannya pun relatif kecil.

Sementara makam Datuk Laut, tidak berada langsung di bawah pohon beringin, tapi disamping makam Anak Yatim. Makam yang sudah dikeramik hitam itu berada di dalam bangunan permanen berukuran sekitar 3X4 meter. Data Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Kota Mataram, berdasarkan sejarah, pada tahun 1866, seorang ulama besar bernama Maulana Syech Gaus Abdurrazak yang berasal dari jazirah Arab datang ke Palembang.

Dari Palembang, ulama besar itu melanjutkan perjalanan dan mendarat di pesisir Pantai Ampenan, Kota Mataram. Ketika berada di daerah itu Maulana Syech Gaus Abdurrazak menyampaikan petuah-petuah yang bersumber pada ajaran Islam. Ajaran tersebut sangat dipercaya oleh masyarakat, tidak hanya di Mataram tapi juga di Pulau Lombok. Makam-makan tersebut hingga kini sering dikunjungi para peziarah dari Pulau Lombok maupun dari daerah lain. Para peziarah yang datang ke makam biasanya berdoa semoga arwah beliau diterima disisi Allah Swt.

Selain itu, ada pula peziarah yang melangsungkan upacara potong rambut anak yang masih balita (ngurisang). "Upacara seperti ini sudah dari leluhur dan di sinilah nenek moyang kami. Karena itu, setiap ngurisang, tempatnya di makam ini," kata seorang warga yang sedang menggelar upacara potong rambut anaknya.
Usai berziarah, pengunjung makam Loang Baloq biasanya juga menyempatkan diri menikmati keindahan Pantai Tanjung Karang, Ampenan. Pantai dengan pohon kelapa yang berjajar di tepiannya, menghampar di depan komplek makam.

 

WISATA MAKAM KERAMAT BATU LAYAR
Makam Keramat Batu Layar yang berada di kawasan pantai Senggigi, letaknya sekitar 10 Km dari kota Mataram dan selama ini merupakan pusat dari seluruh rangkaian kegiatan Lebaran Topat.

Oleh karena itu tidaklah mengherankan jika setiap Lebaran Topat tiba masyarakat dari pelosok pedesaan sekalipun baik dari kota Mataram, Kabupaten Lombok Tengah, Lombok Timur datang berbondong-bondong tumpah ruah bersama keluarganya di sepanjang wilayah pantai Sengggigi.
Masyarakat yang datang ziarah ke Makam Batu Layar selain untuk tujuan rekreasi ada juga diantaranya yang khusus untuk datang membayar nazar setelah sebelumnya mempunyai nadar atau hajat. Misalnya, dalam satu keluarga ada yang menderita sakit tertentu yang tidak kunjung sembuh meski sudah datang berobat ke dokter.

Nah! begitu keluarga tersebut 'menanamkan' niatnya untuk datang berziarah ke makam tersebut bila sembuh dari penyakitnya, maka praktis keluarga tersebut mempunyai kewajiban untuk membayar nadarnya dan itu kebanyakan dilakukan pada saat upacara Lebaran Topat berlangsung.
Seperti dituturkan oleh H. Sobri penjaga Makam Batu Layar kepada penulis, lokasi tersebut dulunya sebagai tempat dimakamkannya penyebar agama Islam di Lombok dan NTB pada zaman Kerajaan Selaparang atau sekitar abad ke 16. Tokoh tersebut bernama Sayid Duhri Al Haddad Al Hadrami yang berasal dari Baghdad. Tetapi ada juga versi lain yang mengatakan kalau saja beliau merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW.

Makam Batu Layar, tidak hanya ramai dikunjungi pada saat Lebaran Topat saja, pada musim naik haji dan sepulang haji juga ramai. Rupanya para keluarga mereka yang berangkat haji kemungkinan ada yang bernazar dan dikabulkan oleh-Nya.

 


Sebagai salah satu obyek wisata religius di Lombok, Makam Batu Layar tidak hanya dikunjungi masyarakat local untuk tujuan bayar nazar, tetapi juga ramai dikunjungi para wisatawan, "Kalau untuk bayar nazar tidak hanya dari Lombok tapi juga dari Jawa sana," kata Sobri.

Berkunjung ke makam Batu Layar bisa dilakukan secara langsung dar kota Mataram, letaknya berada di atas bukit yang menghadap ke laut pantai Senggigig dan hanya dibatasi oleh jalan raya Senggigi.

Prosesi berkunjung ke makam Batu Layar ada yang dilakukan langsung mendatangi makam kemudian berdoa dan berzikir. Bagi mereka yang punya niat-niat tertentu (besangi) misalnya, agar dilimpah banyak rizki maka mereka terlebih dahulu mampir di Lingkuk Mas cukup dengan berjalan kaki dari lokasi Batu Layar. Tujuan ke Lingkuk Mas untuk mengambil air menggunakan ceret serta dipandu oleh tokoh masyarakat dan Marbot.

Nah, air tadi kemudian di bawa ke lokasi makam Batu Layar untuk diupacarakan (bejanjam) dengan pembacaan doa dan zikir yang dipimpin oleh penjaga makam Batu Layar.

Setelah bedoa selesai maka dilanjutkan dengan besembek atau mengolesi kening dengan sirih yang telah dikunyah, kemudian kejames yakni membasahi bagian kepala dengan air dan beseraup yakni mengusapkan air ke wajah.

Selain Batu Layar, lokasi lainnya yang termasuk obyek wisata religius yakni, Makam Loang Baloq. Makam Bintaro, Pura Meru, Taman Mayura, Makam Selaparang di Lombok Timur serta sejumlah lokasi lainnya.

 

WALI NYATOQ
Wali Nyatoq adalah waliyullah yang sangat melegenda di Pulau Lombok, lebih-lebih dikalangan masyarakat Lombok Tengah atau tepatnya di desa Rembitan, bagian Selatan Pulau Lombok. Sebutan Wali Nyatoq dikaitkan dengan tanda-tanda kewaliannya. Nyatoq artinya "nyata" karena masyarakat sangat mempercayai bahwa Wali Nyatoq benar-benar sebagai seorang wali. Konon wali nyatok memiliki 33 nama. Di setiap desa atau kampung yang pernah disinggahi, ia disebut dengan nama yang berbeda-beda. Salah satunya Sayyid Abdullah, gelar ini diperoleh setelah beliau meninggal dunia. Tidak ada yang tahu persis darimana ia berasal, sebagian masyarakat mempercayainya bahwa ia berasal dari Negeri Timur Tengah karena ciri-ciri wajah dan postur tubuh yang dimiliki persis seperti dari Bangsa Arab. (Religi, 2002).

Di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, atau 49 km dari kota Mataram, terdapat sebuah makam yang cukup istimewa. Makam Wali Nyatoq, demikian namanya. Makam ini terletak tidak jauh dari masjid tua Rembitan. Bagi masyarakat Lombok Tengah, Wali Nyatok telah menjadi bagian penting dari kehidupan mereka karena berjasa dalam penyebaran agama Islam di sana, sehingga makamnya memiliki makna spiritual yang luar biasa.

 



Warga masyarakat yang datang ke sana selain untuk nyekar, juga minta keselamatan dan kesembuhan dari penyakit. "Jika kita ada niatan dan ikhlas, pasti dikabulkan. Percaya atau tidak, banyak yang telah menjadi kenyataan. Ini memang hal yang secara rasional sulit dipercaya. Karena itu banyak warga yang mempercayainya berduyun-duyun datang ke makam khususnya pada hari Rabu menjelang bulan Maulid," (Yang Biasa Aku Liat)

Mereka yang berkunjung tidak hanya dari Lombok, melainkan juga datang dari Jawa.Informasi itu sendiri di samping diperoleh dari mulut ke mulut, juga atas petunjuk spiritual. Dalam kaitan kunjungan pada hari Rabu, memang menjadi buah bibir masyarakat. Namun konon, hari Rabu adalah hari baik di mana Wali Nyatoq memberikan berkahnya secara utuh. Beberapa warga mengaku pernah ada wangsit dari Wali Nyatoq yang menyebutkan bahwa dia ada pada hari itu. Akhirnya, kebiasaan berkunjung pada hari Rabu terus terpelihara.

Air makam Wali Nyatok pun dikeramatkan, sehingga acapkali dipakai sebagai sarana untuk mengungkap suatu kasus meresahkan yang terjadi di desa itu. Misalnya saja jika ada warga yang kecurian, kemudian ada seseorang yang dicurigai, orang itu langsung digelandang ke makam Wali Nyatoq untuk disumpah. Di sana, di hadapan warga, orang itu akan diminta meminum air tanah tersebut. Mereka yang merasa mencuri, tidak akan bersedia meminumnya karena akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada dirinya.

Bisa dibilang, makam Wali Nyatoq sangat diistimewakan masyarakat setempat. Seperti Yang Biasa Aku Liat makam tersebut identik dengan keberadaan masjid tua Rembitan -- yang usianya diduga mirip dengan masjid tua Bayan dan masjid tua Pujut. Fondasi bangunan masjid dari tanah. Namun gambaran yang khas dari masjid itu adalah tali-temalinya menggunakan bahan ijuk dan tali saot -- sejenis akar gantung pada tumbuhan hutan. Sedangkan tali pengikat atap alang-alang disebut male.

Abad Ke-16
Masjid tua Rembitan dengan bentuk atap tumpang dan tanpa serambi itu diperkirakan dibangun pada abad ke-16. Babad Lombok menyebutkan bahwa agama Islam masuk ke Lombok dibawa Sunan Prapen, putra Sunan Giri dari Gresik. Dibangunnya Masjid Rembitan itu sering dihubungkan dengan tokoh penyebar agama Islam di daerah Rembitan Wali Nyatoq.

Wali Nyatoq merupakan penyebar Islam yang masuk ke kawasan selatan Lombok Tengah di mana masyarakat semula merupakan pemeluk animisme. Dalam menyebarkan Islam, Wali Nyatok pun mengimplementasikannya dalam kegiatan sehari-hari lewat tingkah laku yang baik.

Berdasarkan cerita dari mulut ke mulut, pada saat Wali Nyatoq meninggal dunia, jenazahnya ditandu. Konon begitu akan dikuburkan, jasadnya menghilang. Yang tinggal hanya kain kafan dan keranda yang kemudian dimakamkan. Begitu kuatnya keterikatan masyarakat dengan tokohnya itu membuat hubungan masyarakat dengan makam tersebut tidak bisa dipisahkan. Karena itu, tidak ada seorang pun yang berani menggugat keberadaan makam itu.

 

MAKAM TGH. ZAINUDDIN ABDUL MAJID (MAULANA SYEH)
Almagfurullah Maulana Syekh Abdul Majid, Pendiri organisasi Nahdatul Wathan. Lombok adalah sebuah pulau di Nusantara yang berada di sebelah timur pulau Bali. Masuknya Islam ke Lombok sekitar abad ke-14 tidak jauh berbeda dengan daerah sekitarnya, seperti Makasar, Buton, Bone, Sumbawa, dan pulau-pulau lainnya di sekitar Nusa Tenggara. Menurut Raden Itarawan (1998), Islam masuk ke Lombok dibawa oleh Sunan Giri bersama dengan 44 pengikutnya ketika terdampar di desa Bayan yang penduduknya masih menganut paham animisme. Penyebaran Islam di Lombok ditandai oleh peninggalan Masjid "Belek" di Bayan.

Dari sinilah, Islam di Lombok terus berkembang sebagai agama yang dianut oleh masyarakat. Perkembangan Islam di Lombok seiring dengan kemunculan para penyebar Islam (juru dakwah) seperti apa yang penah diajarkan Sunan Giri untuk membebaskan masyarakat dari paham animisme menjadi masyarakat Muslim. Pada gilirannya, lahirlah sosok-sosok ulama Lombok pada awal abad ke-20 yang disebut Tuan Guru yang memiliki pengetahuan agama yang luas untuk meneruskan tradisi dakwah dari para pendahulunya yang telah meninggalkan warisan intelektual yang sangat berharga serta membebaskan masyarakat dari kebodohan dan keterbelakangan akibat kolonialisme Belanda.

 


Misi penyebaran Islam yang dulunya diwakili oleh para Wali Jawa diambil alih oleh Tuan Guru yang dibarengi pula pertumbuhan pondok pesantren yang menyedot banyak pengikut dari segala penjuru dan dari luar pulau Lombok. Perjuangan Tuan Guru diarahkan untuk mensucikan Islam dari unsur-unsur kepercayaan lain dengan menganjurkan kembali pada al-Qur'an dan Hadits sebagai sumber pedoman Islam yang utama (Erni Budiawanti (2000).

Dalam konteks ini, muncullah seorang ulama terkenal di Lombok, yakni Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang dilahirkan di Kampung Bermi Pancor, Lombok Timur pada tanggal 17 Rabiul Awwal 1324 H/1906 M. Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin AM dibesarkan di tengah-tengah keluarga religius dan sangat dihormati masyarakat. Berdasarkan penelitian doktoral yang dilakukan Erni Budiawanti (2000), TGH Muhammad Zainuddin AM termasuk salah seorang ulama yang memiliki banyak pengikut di Bayan bersama tuan guru lainnya; yakni TGH Hazmi Azar dan TGH Safwan Hakim. Ayahnya, Tuan Guru Abdul Majid, merupakan tokoh agama dan tokoh maasyarakat yang sangat disegani, dihormati, dan kharismatik. Ayahnya juga dikenal sebagai tokoh pemberani yang pernah memimpin pertempuran melawan kaum penjajah Belanda, Jepang, serta melawan kerajaan Hindu Bali (Karangasem) yang menguasai daerah Lombok.

Sejak kecil, TGH Muhammad Zainuddin AM diakui sangat cerdas, jujur, pandai dan memiliki otak brilian. Tak mengherankan, jika Ayahnya menaruh perhatian yang khusus kepadanya yang diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan ayahnya sebagai tokoh masyarakat dan tokoh agama di Lombok. Pada usia 6 tahun, ia sudah fasih membaca al-Qur'an di bawah bimbingan ayahnya langsung. Pada masa inilah, ia memperdalam ilmu pengetahuan agama secara langsung dari beberapa ulama di sekitar Lombok, yakni TGH Syarafuddin di Pancor dan TGH Abdullah bin Amak Dujali Kelayu Lombok Timur. Di bawah ketiga ulama Lombok inilah, TGH Muhammad Zainuddin AM dibekali pengetahuan agama secara memadai untuk melanjutkan tradisi intelektual yang telah berkembang di Lombok.

Setelah mendapat pengetahuan agama dari ulama-ulama Lombok, TGH Muhammad Zainuddin AM dikirim ayahnya ke Mekah al-Mukarromah. Tepatnya pada usia 17 tahun, ia belajar kepada ulama-ulama Mekah tentang berbagai disiplim ilmu pengetahuan agama selama 12 tahun. Di Masjidil Haram lah, ia mula-mula belajar dengan mendapatkan guru-guru yang sudah ditentukan oleh ayahnya sendiri. Pada tahun 1928, ia melanjutkan studinya di Madrasah Ash-Shaulatiyah yang pada saat itu dipimpin oleh Syaikh Salim Rahmatullah putra Syaikh Rahmatullah, pendiri Madrasah Ash-Shaulatiyah. Madrasah ini adalah madrasah pertama di tanah suci yang banyak menghasilkan ulama-ulama besar. Di madrasah inilah, ia belajar berbagai ilmu pengetahuan agama dengan rajin di bawah bimbingan ulama-ulama terkemuka di kota suci Mekah.

Setelah menimba ilmu di Mekah, TGH Muhammad Zainuddin AM kembali kampung halamannya, Pancor, Lombok Timur untuk mengamalkan ilmu yang telah diperolehnya di Mekah sekaligus untuk mewujudkan obsesinya melanjutkan kepemimpinan orang tuanya sebagai tokoh agama yang akan menegakkan ajaran-ajaran agama. Langkah pertama yang dilakukannya adalah mendirikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) pada tahun 1934. Madrasah ini khusus diperuntukkan bagi santri pria (Wildan, 1998). Pendirian madrasah ini bermula dari mengumpulkan para pemuda/remaja dalam bentuk halaqah atau majlis ta'lim. Inilah barangkali cikal bakal pendidikan agama di Nusantara selama berabad-abad.

Baru pada tanggal 15 Rabiul Akhir 1362 H/21 April 1943, TGH Muhammad Zainuddin AM mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) yang dikhususkan kepada santri perempuan. Kedua madrasah ini merupakan madrasah pertama yang berdiri di Lombok. Pada gilirannya, kedua madrasah ini diabadikan menjadi nama Pondok Pesantren Darun Nahdlatain Nahdlatul Wathan (Wildan, 1998).

Hal ini tentu saja memberikan keyakinan intelektual betapa pesantren telah lama menjadi salah satu bentuk dari pendidikan agama yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia sejak abad ke-13 atau sebelum datangnya penjajah Barat dari berbagai penjuru daerah, termasuk di Lombok. Pesantren sebagai sebuah lembaga pendidikan swasta sudah sejak lama mempunyai diversifikasi dalam berbagai cabang keilmuwan (Karel A. Steenbrink, 1986) Pendidkan Jaringan Intelektual

TGH Muhammad Zainuddin AM memiliki jaringan intelektual yang luar biasa, terutama silsilah guru-guru yang didapatinya selama di Mekah al-Mukarromah. Jaringan ini mencerminkan betapa luasnya pengembaraan mencari ilmu dan matangnya keilmuwan TGH Muhammad Zainuddin AM. Silsilah keilmuwan yang diperolehnya tidak dalam satu mata rantai dalam setiap cabang keilmuwan, melainkan beberapa guru yang memiliki kemampuan dan pengetahuan agama yang luas.

Tarikh akhir 1997 menjadi masa kelabu Nusa Tenggara Barat. Betapa tidak, hari Selasa, 21 Oktober1997 M/20 Jumadil Akhir 1418 H, sang ulama karismatis, Tuan Guru Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, berpulang ke rahmatullah sekitar pukul 19.53 Wita di kediaman beliau di desa Pancor, Lombok Timur. Tiga warisan besar beliau tinggalkan: ribuan ulama, puluhan ribu santri, dan sekitar seribu lebih kelembagaan Nahdlatul Wathan yang tersebar di seluruh Indonesia dan manca negara.

 

Untuk informasi paket wisata religi, silahkan hubungi kami melalui e-mail atau telpon

 

-o0o-

 

 

LOMBOK TRAVEL ONLINE ( LTO Tours )

Jl. Raya Jatisela Perum Rinjani Elit Asri No. 1 Block C. Desa Jatisela Kec. Gunung Sari

 Mataram -  Lombok - NTB - Indonesia

Ph: +62(0)370-6677887 - 6677886  | Fax : 0370-640380 - 693950

 HP/SMS: +62(0)81.237.812.222 - 0878.6521.1333 / Pin BB. 2602AAF1

Email: wisatalombok@gmail.com

Copyright 2011,  Hak cipta di lindungi Undang Undang | LTO Tours