Beranda

Profile

Flight Schedule

Fast Boat

Lombok Hotel

Lombok Villa

Lombok Rent Car

Sitemap

 

Selamat datang di Biro Perjalanan Lombok Wisata Tour & Travel Agent, Kami menawarkan informasi tentang Paket perjalanan wisata dan tour ke pulau Lombok dan sekitarnya dengan pelayanan terbaik dan profesional..!!!

 

 

Follow us at :

SEJARAH PULAU LOMBOK

TUJUAN WISATA LOMBOK

Wisata Bahari

Wisata Alam

Wisata Budaya

Wisata Kerajinan

Wisata Ziarah Makam

FESTIVAL BUDAYA LOMBOK

WISATA SEHARI DI LOMBOK

PAKET WISATA DI LOMBOK

Wisata ke Lombok 5h/4m

Wisata ke Lombok 4h/3m

Wisata ke Lombok 3h/2m

Wisata ke Lombok 2h/1m

PAKET BULAN MADU LOMBOK

Bulan Madu ke Lombok 4h

Bulan Madu ke Lombok 3h

WISATA PILIHAN DI LOMBOK

Wisata Snorkeling 4h/3m

Wisata Memancing 3h/2m

Wisata Kuliner 3h/2m

Wisata Kerajinan 3h/2m

Wisata Golf 4h/3m

SEJARAH PULAU KOMODO

PAKET WISATA KE  KOMODO

Komodo Cruise 5h/4m

Komodo Cruise 3h/2m

Komodo Sailing 4h/3m

Komodo Via Darat 4h/3m

Komodo via Udara 3h/2m

Komodo Via Udara 1h

GUNUNG RINJANI 3726 M

PAKET MENDAKI RINJANI

Paket Puncak 5h/4m

Paket Danau 5h/4m

Paket Tebing 4h/3m

PAKET MEETING DI LOMBOK

PAKET OUTBOUND DI LOMBOK

OUTING/FAMILY GATHERING

PHOTO GALLERY

LINK KE KAMI

PARTNER LINK

PERATURAN KAMI

CARA PEMBAYARAN

HUBUNGI KAMI

Payment:

 

Online Support:

 

 

 

 

WISATA SENTRA KERAJINAN DI LOMBOK

Selamat datang di LTO Tours, kami menawarkan informasi lengkap tentang wisata kerajinan yang ada di pulau Lombok dan sekitarnya detail dibawah ini :

 

Pesona Lombok bukan sekadar pantai. Di sana ada sentra-sentra kerajinan yang menjadikan daya tarik wisata pulau itu jauh lebih menakjubkan. Berkunjung ke Lombok tidaklah bermakna hanya untuk menyaksikan keindahan alam pantai semata. Sebab, di wilayah elok itu juga terdapat pesona lain yang memperkaya unjungan wisata. Sejumlah sentra kerajinan rakyat dan pasar seni menjadi daya tarik yang menarik untuk dikunjungi. Sentra kerajinan rakyat antara lain pusat kerajinan mutiara dan emas Desa Sekarbela, atau kerajinan Ketak di Rungkang, Sayang-Sayang, yang keduanya berada dalam wilayah Kota Mataram. Selain itu, wisatawan juga bisa berkunjung ke Desa Banyumulek, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, atau di Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, dan Desa Penujak, Kabupaten Lombok Tengah, untuk menyaksikan kerajinan tangan gerabah (tembikar).

 

TENUNAN IKAT DAN SONGKET ( Desa Sukarare dan Desa Pringgasela ),


Selain kerajinan emas dan mutiara, terdapat sentra kerajinan kain tenun ikat atau kain songket khas Lombok di Desa Sukarara, Lombok Tengah. Di Sukarara, selain pengunjung bisa menyaksikan berbagai jenis dan motif tenunan khas, ada pula atraksi para gadis yang menyulam dan merajut benang satu per satu dengan peralatan yang sangat tradisional sehingga menjadi sebuah kain siap untuk dijual. Konon di desa sukarare ini para gadis tidak boleh menikah sebelum bisa menenun.

 

PHOTO GALLERY

 

 

Songket merupakan kain tenun tradisional sasak yang terkenal di Nusa Tenggara Barat bahkan sampai keluar daerah dan Mancanegara. Souvenir ini bisa didapati di daerah objek wisata Lombok Tengah atau di Desa Sukarara Kecamatan Jonggat yang merupakan desa tempat penenun membuat kain songket ini, berlokasi sekitar 3 Km barat Kota Praya. Pengunjung tertarik menyaksikan cara pembuatan kain songket yang dibuat oleh wanita dengan berpakain tradisional khas sasak bias berkunjung menyaksikannya secara langsung ke Desa Sukarare.

 

Tenun ikat khas Lombok ini memang sebetulnya dapat juga ditemukan di Kota Mataram seperti di bagian barat pusat pertokoan Mataram Mall. Di sana banyak toko yang menjual kain songket hasil kerajinan tangan masyarakat Lombok. Lombok memang bukan sekadar pantai. Banyak daya tarik wisata lainnya yang sungguh sayang bila dilewatkan.

 

-o0o-

 

 

GERABAH LOMBOK ( Desa Banyumulek, Desa Masbagik, dan Desa Penujak ).

 

Produk berbahan baku tanah liat ini merupakan salah satu hasil kerajinan tangan rakyat kecil yang sangat spesifik di daerah Lombok. Hasil kerajinan tangan yang satu ini sangat estetis, sehingga tidak mengherankan kalau kalangan pengusaha di Lombok ataupun dari luar daerah berebut memburu gerabah Lombok untuk komoditas ekspor andalan ke sejumlah negara.Produksi gerabah Lombok diminati karena tidak sekadar dijadikan barang pajangan rumah tangga atau perkantoran saja, tetapi juga banyak dijadikan sebagai penghias taman dan perhotelan.Bahkan hampir seluruh hotel berbintang di daerah tersebut menjadikan gerabah sebagai penghias ruangan, taman, suvenir, wadah penyaji makanan, minuman, meja tamu, tempat lilin, asbak, vas bunga, dan sebagainya yang semuanya menghadirkan kesan indah. Gerabah Lombok terdiri dari beraneka bentuk, ragam, rupa, dan ukuran. Begitu juga dengan motifnya, selain sebagai nilai seni juga menghadirkan nuansa khas tradisional Sasak.

 

PHOTO GALLERY

 

KERAJINAN GERABAH LOMBOK


Selama ini gerabah Lombok yang diproduksi di antaranya berupa gentong, gentong lada, asbak, piring, cobek, mangkuk, lampu taman, cerakin, tempayan, tempat obat nyamuk dan lilin, patung-patung kecil, penghias meja dan dinding, tempat buah, kendi, bunga kuping empat, penculakan, kaling jeger, kimbing, speaker, gentong air mancur, belanga, botol, pas bunga, dan sederet jenis lainnya. Biasanya setiap motif yang dibuat selalu disesuaikan dengan jenis dan ukurannya. Ada motif bunga, hewan, topeng, subahnale (subhanallah), motif berugaq, dan berbagai motif lainnya sehingga lain gerabah lain pula kesan keindahan yang ditimbulkannya. Apalagi dengan ditambahkan ilustrasiseni, seperti hiasan anyaman rotan, koin, kerang, culi, sehingga tampak cantik.

 

-o0o-

 

 

MUTIARA LOMBOK.

 

Lombok merupakan produsen mutiara berkategori south sea pearl (jenis terbaik) yang berjasa menempatkan Indonesia dalam daftar negara penghasil mutiara terbesar di dunia, bersama Australia, Cina, dan Jepang. Dari semua pusat peternakan mutiara di Lombok, Sekotong adalah yang paling masyhur.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat membuka kawasan Sekotong sebagai destinasi wisata pelesir kedua setelah Senggigi. Daerah ini masih tergolong asri. Hamparan pasir putih dan hutan lebat membalut pulau tanpa banyak terusik oleh kehadiran bangunan. Hanya segelintir resor dan penginapan yang berdiri di sini; beberapa masih dalam tahap konstruksi. Kalau pun ada pengunjung, paling hanya orang-orang sekitar yang datang untuk menyalurkan hobi memancing.

Satu alasan kenapa Sekotong minim turis adalah rute untuk menjangkaunya cukup menguras keringat. Pengunjung harus menyusuri jalan penuh tikungan dari Mataram selama tiga jam lebih.

Salah satu modus budidaya mutiara di Sekotong adalah dengan menyuntikkan inti nukleus mutiara ke dalam badan kerang. Praktik ini bisa disaksikan misalnya di PT.Budaya Mutiara, salah satu perusahaan mutiara terbesar di Sekotong yang sudah beroperasi sejak 1989. Jika ingin membeli mutiara, pengunjung disarankan pergi ke kawasan Sekarbela yang berjarak sekitar empat kilometer dari Mataram.


Bagi wisatawan yang gemar terhadap aksesori, datang saja ke sentra kerajinan emas dan mutiara di GALLERY MUTIARA ( LOMBOK PEARLS ), atau di Desa Karang genteng Kota Mataram, tempat ini setiap hari selalu ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara. Di sana terdapat puluhan toko atau outlet penjualan emas dan mutiara termasuk di kompleks pertokoan Mataram Craft Centre (MCC)

 

PHOTO GALLERY

 

KERAJINAN MUTIARA LOMBOK


Di sana berbagai jenis dan warna mutiara tinggal dipilih. Ada mutiara jenis air tawar dan mutiara hasil budi daya laut. Kualitas mutiara Lombok terkenal sangat bagus, hanya sedikit berada di bawah mutiara Australia. Apalagi setelah diikat dengan untaian emas. Mutiara air tawar tentu saja harganya jauh lebih murah jika dibandingkan dengan mutiara hasil budi daya. Harga sebutir mutiara air tawar ada yang hanya Rp 5.000 hingga Rp15.000, dengan berat lebih kurang 700 gram hingga 800 gram. Berbeda jauh harganya dengan mutiara air laut, yang bisa mencapai Rp700 ribu per gram. Di Lombok, ada dua jenis mutiara yang banyak dipasarkan, yakni round pearl atau mutiara bundar dan half pearl atau setengah bundar. Yang terbanyak dipasarkan adalah mutiara bundar.

 

-o0o-

 

 

KERAJINAN CUKLI RUNGKANG JANGKUK


Berjalan seiring dengan berkembang majunya pariwisata di Lombok, sejak 1986, muncul pusat pengrajin di Lingkungan Rungkang Jangkuk yang berada di Kelurahan Sayang-Sayang Kota Mataram. Letaknya, di pinggiran utara-timur kota, sekitar empat kilometer dari pusat kota. Semula, warga di sana dalam kehidupan sehari-harinya adalah penghasil periuk tradisional untuk kebutuhan rumah tangga. Namun, tidak banyak bisa memperoleh nafkah. Kemudian, adanya permintaan barang antik untuk menyuplai kebutuhan barang antik oleh art shop di Bali, menarik warga Rungkang ikut berburu keliling pelosok desa di pulau Lombok.

Alkisah, waktu itu banyak benda-benda peninggalan zaman dahulu yang bisa diperoleh warga Rungkang Jangkuk yang berdagang barang antik tersebut. Ada keris, guci, keramik, berugak (tempat duduk-duduk khas Sasak di luar rumah), pintu, jendela ataupun benda lainnya diantaranya adalah kontak antik untuk menyimpan barang di kalangan orang Sasak. ‘’Setelah sulit mendapatkan barang-barang antik, ada muncul gagasan baru. ‘’Membuat sendiri kotak antik yang memang disukai pengumpul barang antik,’’ ujar Haji Tahpi, 48 tahun, salah seorang warga di sana yang juga pernah berdagang barang antik ke Bali.

Sejak itulah, Rungkang Jangkuk dikenal sebagai pusat kerajinan di kota Mataram. Tidak hanya kunjungan pejabat atau tamu daerah yang berkunjung diajak singgah ke sana, tetapi para wisatawan mancanegara (wisman) pun mendatanginya. Di sepanjang jalan lingkungan Rungkang Jangkuk berdiri art shop milik penduduk di sana. Ada Jambu Crafts, Rara Handycraft Shop dan Koperasi Pade Angen yang beranggotakan 115 orang pengrajin setempat.

Semula, Rungkang Jangkuk dikenal sebagai pusat produksi kerajinan kotak antik yang dibuat warga. Menggunakan bahan pelepah aren atau pandan yang dihiasai oleh . Namun, tidak bertahan lama. ‘’Bahannya sulit diperoleh,’’ ujar salah seorang warga pengrajin kotak antik Muhajab, 28 tahun. Sejak tiga tahun terakhir ini, ia beralih menjadi pekerja yang menghasilkan produksi Cukli.

 

PHOTO GALLERY

 

KERAJINAN KAYU DESA JANGKUK /  RUNGKANG SAYANG



Cukli Rungkang Jangkuk

Apa kerajinan cukli itu? Cukli adalah nama dari kerang yang didatangkan dari luar daerah seperti Sulawesi, Flores atau bahkan dari Jawa. Kulitnya yang keras itu berwarna putih gading. Nah, kulit kerang itulah yang dipotong kecil-kecil berbentuk wajik dijadikan penghias kerajinan di sana dalam berbagai rupa disain. Ada meja dan kursi, lemarin, dinding sketsel pemisah ruang, kotak barang, kotak perhiasan, asbak, tempat buah, rehan – tempat kitab Al Qur’an untuk mengaji, topeng atau patung primitive dan binatang yang digemari oleh wisman. Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Nusa Tenggara Barat Fatwir Uzali mengatakan : ‘’Kerajinan cukli memberikan wahana baru obyek kerajinan Sasak.’’ Kerajinan di situ menggunakan bahan baku kayu mahoni yang berkwalitas sehingga tidak mudah rusak. Apalagi warnanya yang hitam kecoklan menjadi identik dengan kesenian Aborigin.

Menurutnya, kerajinan cukli ini menjadi luar biasa daya tariknya bagai wisatawan yang datang ke Lombok. Sebab, adanya kerajinan cukli ini memberikan citra tradisional dari kata lain desain Lombok Primitive yang membuat tamu-tamu wisatanya berdecak kagum. ‘’Para pemandu wisata akhirnya menyebut ukiran cukli itu Lombok Primitive,’’ ucapnya.

Maka tidak heran kalau wisatawan yang berkunjung sangat tertarik ingin tahu lebih banyak produksi kerajinan cukli tersebut. ‘’Banyak orang tertarik cukli. Orang Eropah ataupun Timur Tengah menyukainya,’’ kata Fatwir yang menyebut pemandu wisata tidak sekedar mengajak tamunya mendatangi art shop namun juga datang ke sentra mereka bekerja di lingkungan rumah pemilik usaha.

Kalau kita masuk ke Rara Handycraft milik Haji Ahmad Faozi. di sana ada Sri Muawanah, adik kandung dari pemiliknya yang menunggu pengunjung. Terlihat di dalam ruang yang berkuran sekitar enam meter lebar 10 meter, ada sofa lengkap yang harganya Rp7 juta, peti kotak kayu ukuran kecil 45 senti – 30 senti harganya Rp900 ribu dan yang lebih besar 75 senti- 30 senti seharga Rp1,25 juta. Sebuah baki tergantung ukurannya dijual Rp50 ribu – 75 ribu, satu set tiga unit tempat buah Rp250 ribu, dinding sketsel pemisah ruang tamu Rp4,5 juta atau rehan untuk menempatkan kitab Al Qur’an seharga Rp60 ribu. ‘’Barang-barang ini yang disukai pengunjung,’’ ujar Sri Muawanah.

Hampir sama isi jualan art shop di sana, Jambu Crafts diantaranya menyediakan lemari kristal untuk memajang koleksi perhiasan atau benda kerajinan yang tingginya 210 senti berdinding kaca dijual Rp3,5 juta. Atau ada pula mangkok untuk permen dan buah yang harganya mulai dari Rp50 ribu sampai Rp150 ribu. Menurut Suci yang menjaga Jambu Crafts, yang laku diminati adalah mebel yang diberi hiasan pernik-pernik cukli itu. ‘’Yang banyak dibeli ya kursi dan kotak perhiasan,’’ ucapnya. Di sana, satu set kursi dijualnya Rp7,5 juta.

Mengenai penjualan setempat, Ketua Koperasi Pade Angen Haji Sagir mengatakan art shop yang dipimpinnya yang mampu menampung hasil kerajinan 115 orang anggotanya, dalam setahun terakhir ini, bisa mendapatkan keuntungan Rp8 juta. ‘’Walaupun situasi kunjungan wisman belum pulih seperti sebelum bom Bali,’’ katanya.

Tentu bukan hanya menunggu pengunjung wisatawan, untuk bisa menjual dagangannya tersebut. Ada pula pemesan produksi mereka dari mancanegara, seperti Ameriksa Serikat, Belanda, dan Jepang. Pemilik Rara Handycraft Haji Ahmad Faozi menjelaskan melayani orang-orang lokal Mataram hingga Jakarta untuk keperluan mebel (furniture) rumah tangga.

Sagir pula yang menyebut kerjainan di kampungnya itu memberikan peluang kerja pemuda sehingga mengurangi terjadinya pengangguran. Di sana, menurutnya, pengangguran dibilang tidak ada. ‘’Malah datang dari luar desa bekerja di sini. Apalagi kalau musim ramai pesanan, kekurangan tenaga,’’ ucapnya. Sebab diantara 50an pengusaha art shop di kampungnya, setidak-tidaknya ada tempat bekerja tiga orang pengusaha besar di sana.

Termasuk Haji Ahmad Faozan yang melibatkan 10 orang pengrajin yang menyelesaikan penggarapan produksinya mulai dari menatah motif, memasang cukli, menggosok amplas, menembel dempul, mengecat atau plitur. Setiap bulan ia menghasilkan tiga set kursi untuk persediaan dijual. Untuk satu set kursi, pengerjaannya memerlukan waktu sampai tiga bulan. Karena itu, kesibukan di rumahnya selalu ramai dengan pengrajinnya. ‘’Bulan ini bekerja penuh kecuali hari Minggu libur,’’ ujar Sahrun yang ditemui sewaktu mengerjakan motif hiasan meja berbentuk peti.

Misalnya Hasim, 22 tahun, yang hanya berpendidikan SMP sudah lima tahun terakhir ini menjadi penatah ukiran. Siang itu, sesuai motif batik yang dipegangnya ia mengerjakan daun pintu kotak. ‘’Ongkosnya borongan,’’ ucapnya. Untuk satu pekerjaan menatah motif, memasang cukli atau dibayar Rp150 ribu yang bisa diselesaikan dalam waktu enam hari. Tetapi ada juga ongkos harian yang diberikan kepada pengrajinnya seperti Mardawa, 23 tahun yang hanya berpendidikan SD, diupah Rp30 ribu untuk pekerjaannya melakukan finishing kotak perhiasan.

Seorang pengusaha artshop Sudirman di Senggigi Lombok yang menjadi perintis usaha barang antik di Lombok mengatakan bahwa produksi Rungkang Jangkuk sewaktu musim ramai wisatawan yang datang ke Lombok banyak dikirim ke luar negeri. Setiap dua minggu tidak kurang dari satu truck yang diberangkatkan ke Bali. ‘’Sekarang memang lagi sepi wisatawan,’’ ujarnya mengenai kurangnya penjualan barang kerajinan di sentra kerajinan Rungkang Jangkuk.

Sudirman, yang juga menjadi pengusaha pembina pengrajin di sana, menyebutkan kotak antik dibuat dari pelepah enau itu dihiasi oleh kerang. Sedangkan peti yang terbuat dari kayu dihiasi cukli. Penggunaannya sama, untuk tempat menyimpan barang pada zaman dahulu. ‘’Yang diminati motif tradisional. Awalnya memang dari kotak antik peninggalan zaman dahulu,’’ katanya.

 

-o0o-
 

ANYAMAN KETAK / ROTAN DESA BELEK


Pulau Lombok yang terletak di Nusa Tenggara Barat terkenal sebagai salah satu destinasi wisata Indonesia yang dikenal luas baik oleh turis lokal maupun mancanegara. Sebagai daerah tujuan wisata, tentunya di Lombok tumbuh seni-seni kerajinan tangan yang sangat digemari oleh turis untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Namun ternyata, sebelum Pulau Lombok menjadi terkenal pun, seni kerajinan tangan sudah sejak lama dibudidayakan dan menjadi tradisi orang Sasak (masyarakat adat di Lombok). Banyak desa-desa yang bertumbuh menjadi pusat-pusat kerajinan tangan.

Desa Beleka adalah salah satunya. Desa yang terletak 15 km di arah Timur kota Praya, Kecamatan Praya Timur, Kabupaten Lombok Tengah ini merupakan salah satu pusat kerajinan tangan, terutama kerajinan rotan dan ketak. Selain rotan, kerajinan lain yang diproduksi adalah kerajinan kayu, keris dan keramik. Sudah lebih dari 25 tahun desa ini menjadi supplier kerajinan rotan untuk dijual kembali di Bali.

Pemandangan para wanita yang bekerja memilin rotan merupakan pemandangan umum yang terlihat sehari-hari di Desa Beleka. Tidak peduli dengan panasnya udara dan teriknya matahari, ibu-ibu duduk beralaskan tikar di depan rumah, memangku rotan di pangkuan sementara tangannya lincah bergerak mengolah rotan menjadi barang kerajinan sambil asyik berbincang dengan ibu-ibu lainnya. Sementara bapak-bapak bertani, ibu-ibu ini membuat kerajinan setelah pekerjaan rumah tangga selesai dikerjakan.

Proses pembuatan kerajinan terbilang cukup sulit dan memakan waktu lama. Batang ketak dan rotan dihaluskan, lalu dianyam atau dipilin sesuai model yang akan dibuat, terakhir dicat dengan pelitur. Dalam sehari dapat diselesaikan 2-3 buah kerajinan rotan yang sederhana. Oleh ibu-ibu pengrajin ini, kerajinan rotan yang cukup simple dihargai Rp 5.000,00 sampai Rp 6.000,00 per buah. Sedangkan modal untuk membeli bahan baku rotan dan ketak sekitar Rp.3.000,00 untuk setiap buah kerajinan. Untuk modalnya, ibu-ibu ini juga mendapat pinjaman PPK. Kerajinan ini lalu dibeli oleh pengepul untuk dijual lagi ke artshop di NTB, pasar Sukowati di Denpasar, bahkan ke luar negeri.

 

PHOTO GALLERY

 

ANYAMAN KETAK DI DESA BELEKE



Peminatnya banyak, baik orang Indonesia maupun orang asing. Seiring waktu, permintaan atas hasil kerajinan rotan dan ketak semakin meningkat, bahkan kerajinan ini diekspor ke Malaysia, Singapura, Cina, New Zaeland, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Belanda, Inggris, Prancis, Spanyol, Belgia dan Swiss. Tingginya permintaan akan hasil kerajinan ini membuat perajin dan pemilik artshop mendatangkan bahan baku dari luar pulau Lombok seperti Flores, Kalimantan Selatan dan Sumbawa.

Namun ironisnya, harga jual kerajinan di luar desa Beleka dapat mencapai puluhan ribu rupiah, berkali-kali lipatnya. Dari salah satu penjual handycraft diketahui bahwa untuk baki parsel anyaman rotan harganya Rp.35.000,00, untuk copok bundar songket dihargai Rp.20.000,00, nampan dari rotan dihargai Rp.80.000,00, bak sampah Rp.150.000,00, tas anyaman Rp.250.000,00, bahkan keranjang laundry mencapai Rp.300.000,00. Harga yang membengkak ini tidak dinikmati oleh pengrajin karena harga jual dari pengrajin murah. Pengepul dan pemilik artshoplah yang menikmati keuntungannya. Ini terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu-ibu pengrajin tentang cara pemasaran dan nilai ekonomi dari pilinan demi pilinan rotan yang dikerjakan dengan peluh dan keringat.

Sebenarnya usaha kerajinan rotan dan ketak ini berdampak besar bagi kehidupan wanita desa. Selain meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya, juga membangun rasa percaya diri dan optimisme wanita karena mereka telah memiliki keterampilan yang bisa menjadi sumber penghasilan di samping dari hasil bertani. Namun kurang matangnya strategi pemasaran dan pengetahuan akan nilai jual kerajinan membuat berkurangnya manfaat yang didapat. Agar dapat maksimal, perlu dibuat kelompok wanita yang kompak bekerja sama mulai dari persiapan, perencanaan, produksi kerajinan, pemasaran sampai monitoring dan evaluasi. Dengan bekerja secara berkelompok, akan tumbuh rasa kebersamaan dan kekeluargaaan sehingga setiap wanita dapat berkontribusi baik dengan mengajarkan pada yang belum terampil, maupun mencari cara-cara memasarkan produk. Mungkin perlu adanya intervensi pemerintah, untuk mengevaluasi dan menetapkan harga jual sehingga pengrajin tidak hanya sekedar menjadi buruh produksi.
 

-o0o-

 

 

KERAJINAN ANYAMAN BAMBU ( Desa Loyok ).

 

Pembuatan anyaman bambu terletak di desa Loyok. Desa Loyok terletak di kecamatan Sikur, sekitar 14 km dari kota Selong dan dapat dijangkau dengan sarana transportasi umum. Sebagian besar warga desa loyok berprofesi sebagai perajin anyaman bambu, dan dari tangan-tangan trampil mereka dihasilkan berbagai macam produk anyaman bambu seperti tas, hiasan dinding, tatakan gelas, piring, asbak, hiasan lampu dan lain sebagainya. Selain dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, produk anyaman bambu desa Loyok juga dapat dijadikan sebagai cinderamata.

Karena nilai seni dan keunikannya kita dapat menjumpai produk anyaman bambu desa Loyok menghiasi kamar-kamar hotel berbintang dan kantor-kantor juga telah berhasil menembus pasar ekspor. Kerajinan bambu bukan sesuatu yang baru lahir melainkan kekayaan budaya yang telah berusia hampir sama dengan keberadaan manusia. Dampak dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penemuan plastik telah menggeser kedudukan bambu di masyarakat. Walaupun demikian kita harus menyadari bahwa pada kenyataannya manusia sebagai bagian dari alam tidak dapat melepaskan diri dari alam sehingga upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan menggalakkan kerajinan bambu perlu terus dilestarikan.

Adapun hal yang perlu diperhatikan dalam mengayam bambu antara lain :

Memilih Bambu untuk Bahan Anyaman
Bambu yang dijadikan sebagai anyaman bukanlah sembarangan bambu. Bambu yang dipilih memiliki serat yang halus yang biasa disebut bambu tali. Meskipun demikian, jika bambu ini terlalu tua tidak dapat digunakan sebagai bahan anyaman. Oleh sebab itu dipilih yang agak muda tetapi jangan yang terlalu muda juga. Keadaan bambu yang menunjukkan bahwa bambu sudah saatnya ditebang untuk dijadikan sebagai bahan anyaman, jika masih nampak beberapa kelopak yang menempel pada batangnya.
 

Mengolah Bambu Menjadi Bahan Anyaman
Bambu ditebang dan dibersihkan ranting-rantingnya, potong-potonglah bambu sesuai dengan ukuran yang diinginkan (bahan yang akan dibuat) sembilunya dikerik sehingga kulitnya yang berwarna hijau bersih. Gunakanlah golok atau pisau raut untuk itu. Cara membelahnya, mula-mula dibagi menjadi dua bagian yang sama besar lalu bagian tadi dibagi dua lagi kemudian dibagi dua lagi. Setiap bagian berukuran seperempat. Begitu seterusnya sampai diperoleh bagian seperenambelas bagian. Setelah itu dijemur selama lima atau tujuh hari baru kemudian dilanjutkan.

 

PHOTO GALLERY

 

ANYAMAN BAMBU DESA LOYOK

 

Salah satu sentra IK. Kerajinan Anyaman Bambu di Kabupaten Lombok Timur adalah di Desa Loyok Kecamatan Sikur. Berdasarkan letak geografisnya desa ini sangat strategis karena merupakan jalur pariwisata yaitu, Tetebatu dan Otak Kokok sehingga cukup potensi untuk didatangi oleh wisatawan lokal dan manca negara.

Gambaran potensi Industri Kecil Kerajinan Anyaman Bambu di Kabupaten Lombok Timur:

1. Lokasi sentra :
       1. Loyok : 515 Unit usaha
       2. Kotaraja : 86 Unit usaha
       3. Greneng : 62 Unit usaha
       4. Montong Betok : 80 Unit usaha
       5. Rarang : 121 Unit usaha

2. Jumlah Tenaga Kerja  : 2.783 Orang
3. Kapasitas Produksi : 467.345 buah
4. Jenis Produksi : Tast, Bakul, dll
5. Pemasaran : Lokal - Antar Pulau

 

-o0o-

 

 

 

LOMBOK TRAVEL ONLINE ( LTO Tours )

Jl. Raya Jatisela Perum Rinjani Elit Asri No. 1 Block C. Desa Jatisela Kec. Gunung Sari

 Mataram -  Lombok - NTB - Indonesia

Ph: +62(0)370-6677887 - 6677886  | Fax : 0370-640380 - 693950

 HP/SMS: +62(0)81.237.812.222 - 0878.6521.1333 / Pin BB. 2602AAF1

Email: wisatalombok@gmail.com

Copyright © 2011,  Hak cipta di lindungi Undang Undang | LTO Tours