|

LOMBOK WISATA TOUR & TRAVEL
Selamat datang di Biro Perjalanan Wisata Lombok, Kami menawarkan informasi tentang Paket perjalanan wisata dan tour ke pulau Lombok dengan pelayanan terbaik dan profesional.
Adapun program yang
kami tawarkan adalah :
1. Paket wisata
keluarga/perorangan,
2.
Paket wisata bersama group/rombongan perusahaan, Dinas atau Instansi Pemerintah,
3.
Paket
family gathering / inbound / outbound ke pulau lombok,
4. Paket bulan madu di pulau
lombok,
5. Paket acara meeting dan konvensi di pulau lombok,
6. Paket
trekking dan mendaki ke gunung rinjani 3726 M.
7. Paket Wisata ke
Pulau Komodo
7. Reservasi
hotel dan villa di pulau lombok.
8. Pelayanan sewa
mobil/rental car bersama sopir maupun sopir sendiri
Untuk lebih jelasnya
silahkan baca program kami di sebelah kiri halaman ini, selamat
membaca dan bila tertarik silahkan hubungi kami melalui
email atau lewat telpon, atas kunjungannya kami
ucapkan banyak terima yang sebesar besar. wassalam...
INFORMASI DAN SEJARAH PULAU LOMBOK
Lombok ( penduduk pada tahun 2007: 3.722.123 jiwa ) adalah sebuah
pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan
oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di
sebelah timur dari sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya
dengan semacam "ekor" di sisi barat daya yang panjangnya kurang
k pada tahun 2007: 3.722.123 jiwa ) adalah sebuah
pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan
oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di
sebelah timur dari Sumbawa. Pulau ini kurang lebih bulat bentuknya
dengan semacam "ekor" di sisi barat daya yang panjangnya kurang
lebih 70 km. Pulau ini luasnya adalah 4.725 km (sedikit lebih
kecil daripada Bali). Kota utama n ibukota Selong
Pulau Lombok Terkenal dengan G. Rinjani, Pulau Gili, dan
Pelecing Kangkung...!
Geografi
Selat Lombok menandai batas flora dan fauna Asia. Mulai dari pulau
Lombok ke arah timur, flora dan fauna lebih menunjukkan kemiripan
dengan flora dan fauna yang dijumpai di Australia daripada Asia.
Ilmuwan yang pertama kali menyatakan hal ini adalah Alfred Russel
Wallace, seorang Inggris di abad ke-19. Untuk menghormatinya maka
batas ini disebut Garis Wallace.
Topografi
Pulau ini didominasi oleh gunung berapi Rinjani yang ketinggiannya
mencapai 3.726 meter di atas permukaan laut dan menjadikannya yang
ketiga tertinggi di Indonesia. Gunung ini terakhir meletus pada
bulan Juni-Juli 1994. Pada tahun 1997 kawasan gunung dan danau
Segara Anak ditengahnya dinyatakan dilindungi oleh pemerintah.
Daerah selatan pulau ini sebagian besar terdiri atas tanah subur
yang dimanfaatkan untuk pertanian, komoditas yang biasanya ditanam
di daerah ini antara lain jagung, padi, kopi, tembakau dan kapas.
Demografi
Sekitar 80% penduduk pulau ini adalah suku Sasak, sebuah suku
bangsa yang masih dekat dengan suku bangsa Bali, tetapi sebagian
besar memeluk agama Islam. Sisa penduduk adalah orang Bali, Jawa,
Tionghoa dan Arab.
Bahasa
Disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk pulau
Lombok (terutama suku Sasak), menggunakan bahasa Sasak sebagai
bahasa utama dalam percakapan sehari-hari. Di seluruh Lombok
sendiri bahasa Sasak dapat dijumpai dalam empat macam dialek yang
berbeda yakni dialek Lombok utara , tengah, timur laut dan
tenggara. Selain itu dengan banyaknya penduduk suku Bali yang
berdiam di Lombok (sebagian besar berasal dari eks Kerajaan
Karangasem), di beberapa tempat terutama di Lombok Barat dan
Kotamadya Mataram dapat dijumpai perkampungan yang menggunakan
bahasa Bali sebagai bahasa percakapan sehari-hari.
Agama
Sebagian besar penduduk pulau Lombok terutama suku Sasak menganut
agama Islam. Agama kedua terbesar yang dianut di pulau ini adalah
agama Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali yang
berjumlah sekitar 15% dari seluruh populasi di sana. Penganut
Kristen, Buddha dan agama lainnya juga dapat dijumpai, dan
terutama dipeluk oleh para pendatang dari berbagai suku dan etnis
yang bermukim di pulau ini.
Di Lombok Barat bagian utara, tepatnya di daerah Bayan, terutama
di kalangan mereka yang berusia lanjut, masih dapat dijumpai para
penganut aliran Islam Wetu Telu (waktu tiga). Tidak seperti
umumnya penganut ajaran Islam yang melakukan shalat lima kali
dalam sehari, para penganut ajaran ini mempraktikan shalat wajib
hanya pada tiga waktu saja. Konon hal ini terjadi karena penyebar
Islam saat itu mengajarkan Islam secara bertahap dan karena suatu
hal tidak sempat menyempurnakan dakwahnya.
Sejarah
Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di
pulau ini bernama Kerajaan Laeq (dalam bahasa sasak laeq berarti
waktu lampau), namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan
bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung
yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan
Suwung kemudian surut dan digantikan oleh Kerajaan Lombok. Pada
abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri Kerajaan Sasak yang kemudian
dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada
masa itu. Beberapa kerajaan lain yang pernah berdiri di pulau
Lombok antara lain Pejanggik, Langko, Bayan, Sokong Samarkaton dan
Selaparang.
Kerajaan Selaparang sendiri muncul pada dua periode yakni pada
abad ke-13 dan abad ke-16. Kerajaan Selaparang pertama adalah
kerajaan Hindu dan kekuasaannya berakhir dengan kedatangan
ekspedisi Kerajaan Majapahit pada tahun 1357. Kerajaan Selaparang
kedua adalah kerajaan Islam dan kekuasaannya berakhir pada tahun
1740 setelah ditaklukkan oleh gabungan Kerajaan Karang Asem dari
Bali dan Arya Banjar Getas yang merupakan keluarga kerajaan yang
berkhianat terhadap Selaparang karena permasalahan dengan raja
Selaparang.
Pariwisata
Lombok dalam banyak hal mirip dengan Bali, dan pada dasawarsa
tahun 1990-an mulai dikenal wisatawan mancanegara. Namun dengan
munculnya krisis moneter yang melanda Indonesia pada akhir tahun
1997 dan krisis-krisis lain yang menyertainya, potensi pariwisata
agak terlantarkan. Lalu pada awal tahun 2000 terjadi kerusuhan
antar-etnis dan antar agama di seluruh Lombok sehingga terjadi
pengungsian besar-besaran kaum minoritas. Mereka terutama
mengungsi ke pulau Bali. Namun selang beberapa lama kemudian
situasi sudah menjadi kondusif dan mereka sudah kembali. Pada
tahun 2007 sektor pariwisata adalah satu-satunya sektor di Lombok
yang berkembang |